Investasi untuk Passive Income vs Capital Gain, Pilih Mana?

Apapun bentuk investasi Anda baik itu saham, properti, emas dll, hanya ada 2 macam tujuan investasi:

  1. Untuk mendapatkan cash flow / passive income secara reguler
  2. Untuk mendapatkan capital gain atau meningkatkan net worth / kekayaan bersih

berikut akan saya coba sharing kelebihan dan kekurangan dari masing-masing tujuan tersebut beserta contoh investasinya

Investasi untuk Passive Income

Investasi untuk mendapatkan cash flow atau passive income berarti kita berfokus untuk mendapatkan asset yang bisa menghasilkan uang dan pendapatan secara regular. hal ini bisa didapatkan dari menginvestasikan uang di depan atau menginvestasikan waktu / kerja di depan

Pada umumnya, cash flow / passive income didapatkan saat Anda membeli investasi dan mempertahankannya (tidak dijual / trading) , dan setiap bulan, kuartal, atau tahun investasi tersebut menghasilkan uang kepada Anda. Investor untuk passive income tidak seperti investor untuk capital gain, biasanya tidak ingin menjual investasinya karena mereka ingin terus mengumpulkan pendapatan reguler passive income. Investor untuk passive income tidak terlalu peduli apakah harga pasar saha naik satu hari atau turun di hari berikutnya atau harga properti naik/turun. Investor untuk passive income melihat tren jangka panjang dan tidak terpengaruh oleh naik dan turunnya pasar jangka pendek.

Kelebihan:

  • Passive income membawa uang ke dalam kantong anda secara regular, sementara capital gain adalah uang hanya “di atas kertas” belum masuk ke kantong kita sampai kita menjual asset tersebut
  • Lebih tahan di berbagai kondisi ekonomi, tidak seperti capital gain yang harganya tergantung harga pasar dan jika terjadi krisis ekonomi maka kita bisa kehilangan semua capital gain kita
  • Investor memiliki pendapatan secara reguler untuk membayar biaya hidup sehari-hari dan life style sehingga bisa mencapai PensiunMuda lebih cepat

Kekurangan:

  • Passive income secara reguler membuat anda berpotensi terkena pajak penghasilan sesuai peraturan pemerintah
  • Biasanya asset yang menghasilkan passive income / cash flow memiliki kenaikan harga / capital gain yang kecil

Contoh Investasi untuk Passive Income:

1. Properti Sewa

Investasi yang banyak dilakukan orang di Indonesia dan yang sudah saya praktekkan sendiri yaitu dengan membeli  kost, rumah kontrakan, apartemen, ruko, gudang dan gedung perkantoran lalu menyewakannya sehingga mendapatkan penghasilan bulanan / tahunan. saya selalu mencari properti sewa yang bisa menghasilkan passive income bersih per bulan dikurangi semua biaya sekitar 0.5 – 1.5% dari harga belinya.

2. Saham yang membagikan dividen

Saham-saham di Indonesia banyak yang memberikan dividen yang cukup besar antara 2-8% per tahun. dividen ini merupakan passive income / cash flow yang akan didapat secara regular, setiap tahun / 6 bulan / kuartal.

3. Investasi Website & Apps

Anda bisa berinvestasi atau membelowebsite / blog / apps di Flippa yang mempunyai traffic yang memadai dan konsisten per bulan dan dapat menghasilkan uang lewat iklan maka anda bisa mendapatkan passive income per bulan dengan ROI lebih dari 25% per tahun

4. Peer to peer (P2P) lending dan Crowdfunding

Investasi di P2P Lending membuat Anda bisa memilih peminjam dan dapat menyebarkan jumlah investasi Anda untuk mengurangi risiko Anda dan menghasilan passive income melebihi bunga depositi. Sementara crowdfunding memungkinkan individu untuk membeli sepotong proyek investasi atau meminjamkan uang kepada manajer investasi untuk suatu imbal hasil tertentu.

5. Deposito Berjangka.

Investasi yang paling mudah dilakukan bisa mulai dari 8 juta rupiah dan bisa dicairkan setiap bulan dengan Bunga Deposito antara 4 – 6% belum dipotong pajak 20%. investasi dengan resiko rendah namun juga memberikan imbal hasil yang rendah.

Investasi untuk Capital Gain

Investasi untuk mendapatkan Capital Gainberarti kita berfokus untuk mendapatkan asset yang bisa tumbuh nilainya berlipat-lipat atau istilahnya adalah membeli di harga murah dan menjual di harga tinggi (BUY LOW SELL HIGH).

Kelebihan:

  • Investasi untuk capital gain adalah cara tercepat untuk menaikkan Net Worth atau menjadi kaya contohnya jika anda membeli bitcoin Rp 100 juta di awal 2017 saat harga bitcoin masih $1000 dan anda menjualnya sekarang saat harga sekitar $10.000 maka anda sudah jadi milyarder sekarang
  • Capital gain adalah “Pendapatan di atas kertas” sehingga belum akan terkena pajak sampai kita menjual asset tersebut
  • Meningkatnya nilai asset karena capital gain dalam jangka panjang berpotensi lebih besar / melebihi penghasilan passive income / cash flow dalam jangka pendek

Kekurangan:

  • Investasi untuk capital gain bergantung pada pasar dan kondisi ekonomi. saat ekonomi booming atau harga naik drastis maka Anda bisa untung besar dan kaya mendadak tapi saat krisis ekonomi terjadi maka anda bisa bangkrut dan punya banyak hutang.
  • Investasi untuk capital gain adalah  “Pendapatan di atas kertas” sehingga tidak bisa ntuk membayar biaya hidup sehari-hari dan life style kita.
  • Investasi untuk capital gain lebih bersifat spekulasi / keberuntungan karena kita tidak bisa secara pasti memprediksi masa depan

Contoh Investasi untuk Capital Gain:

1. Investasi Cryptocurrency (Bitcoin, ethereum, dll)

Investasi cryptocurrency bisa membuat anda kaya mendadak karena lonjakan harganya yang luar biasa. Cryptocurrency adalah mata uang yang terdesentralisasi jadi tidak ada negara yang mengatur dan semua orang di seluruh dunia bisa menciptakan uang tersebut. Selain itu ada batasan maksimal dari mata uang digital yang bisa ditambang sehingga wajar jika harganya semakin tinggi karena makin sedikit dan makin banyak negara yang melegalkan penggunaan Cryptocurrency untuk transaksi.

2. Investasi Saham

Investasi saham sekarang mudah dilakukan di Indonesia, Cara yang paling umum adalah dengan membeli saham saat harga rendah, dan menjualnya saat harganya tinggi. Saham juga salah satu investasi yang juga bisa memberikan kenaikan harga jika disimpan dalam jangka panjang namun saham juga mempunyai resiko yang cukup tinggi karena kita tidak bisa melawan pasar atau pemilik modal besar dan juga butuh pengetahuan untuk memilih saham yang berprospek bagus di masa depan dan kapan harus membeli saham tersebut.

3. Investasi Start up /  Bisnis

Start up dan bisnis yang sukses selalu membutuhkan modal untuk ekspansi dan anda bisa menjadi investor dan menyediakan modal yang dibutuhkan  dan mengambil posisi pemodal dalam start up atau bisnis tersebut dan mendapatkan beberapa saham sesuai kesepakatan. Dengan cara ini, pemilik bisnis akan menangani operasi sehari-hari, sementara Anda akan bertindak sebagai partner yang juga berpartisipasi dalam keuntungan bisnis dan juga jika start up atau bisnis tersebut dijual atau menawarkan saham perdana (Initial Public Offering) maka nilai saham anda akan menjadi berlipat – lipat dan banyak orang terkaya di dunia mendapatkan kekayaan dari cara ini.

4. Investasi Properti 

Investasi Properti di Indonesia menghasilkan capital gain yang cukup tinggi karena kenaikan harga properti tiap tahun sangat tinggi. Imbal hasil bisa besar tergantung lokasi dan kondisi rumah namun likuiditas nya kurang karena tidak mudah untuk menjual properti

5. Investasi Emas dan Logam Mulia (Koin / batangan)

Investasi Emas, Perak dan logam mulia sangat mudah dan umum dilakukan di Indonesia. investasi ini bisa dilakukan dengan membeli emas disaat harga cukup murah dan menjualnya kalau sudah naik dan selisih jualnya cukup banyak atau cukup menyimpannya atau menyewa fasilitas safe deposit sampai nanti di masa depan kita menjualnya jika membutuhkan.

Kesimpulan

  • Cara tercepat menjadi kaya adalah dengan berinvestasi untuk Capital Gain
  • Cara terbaik untuk Pensiun Muda adalah berinvestasi untuk Passive Income
  • Anda harus memiliki positive cash flow (arus kas positif )untuk menumbuhkan asset Anda
  • Investasi untuk passive income saja akan memakan waktu lama bagi Anda untuk menjadi kaya. Jadi Anda masih harus berinvestasi untuk capital gain.
  • Anda butuh untuk berinvestasi pada passive income dan capital gain untuk diversifikasi portofolio investasi
  • Ada beberapa tipe asset yang menghasilkan keduanya baik capital gain dan passive income yaitu
    • Properti Sewa
    • Saham yang menghasilkan Deviden
    • Website & Apps yang menghasilkan passive income

Investasi mana yang Anda suka? Gaya investasi mana yang lebih aman, menurut pendapat Anda? dan mengapa?

pensiunmuda

Has one comment to “Investasi untuk Passive Income vs Capital Gain, Pilih Mana?”

You can leave a reply or Trackback this post.
  1. Partogi Hatorangan - December 2, 2017 Reply

    Sependapat mas Wahid … Saya setuju dengan target paralel capital gain dan passive income, semoga bisa tercapai sehingga pada situasi berkarir dalam pekerjaan, dapat tetap fokus bekerja maksimal sesuai passion dan independen terhadap ancaman karir pekerjaan.

Leave a Reply